Jakarta : Anggota DPR mendesak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparek) untuk lebih progresif dalam mengembangkan desa kreatif.
“Selama ini pemerintah selalu fokus pada pengembangan industri besar, sementara industri kreatif yang berbasis desa diabaikan,” kata anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani di Jakarta, Minggu (19/2), setelah mengunjungi beberapa desa yang memiliki kretivitas tinggi.
Padahal, menurut Rohmani basis perekonomian nasional banyak ditopang ekonomi kecil yang berbasis desa.
“Ini perlu diperhatikan. Apalagi sudah ada Kemenparek yang seharusnya memiliki perhatian terhadap hal ini,” kata anggota Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, kebudayaan dan paiwisata itu.
Menurut dia, apabila desa kreatif ini dikembangkan maka banyak hal yang bisa diambil manfaatnya. Diantaranta akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa yang dalam jangka panjang akan mengurangi urbanisasi.
Manfaat lainnya adalah menjadikan desa kreatif sebagai tujuan wisata baru. Dicontohkan, di Desa Pare, Kediri Jawa Timur, lebih dikenal sebagai perkampungan kursus bahasa Inggris.
Di Klaten, Jawa Tengah, ada desa perajin rotan dan masih banyak daerah lainnya di Tanah Air. Namun sayangnya perhatian pemerintah untuk mengembangkan desa-desa kreatif tersebut sangat minim, katanya.
“Pemerintah perlu membantu mereka dari sisi permodalan, manajerial, pengembangan teknologi, dan akses pemasaran. Pendampingan seperti ini yang mereka butuhkan,” tambah legislator dari Fraksi PKS itu.
Rohmani yakin bila desa-desa kreatif ini dikembangkan dengan serius oleh Kemenparek bukan tidak mungkin desa-desai lain akan memunculkan kreativitasnya.
Ke depan, kreativitas masyarakat desa yang harus ditonjolkan. “Ini tanggung jawab pemerintah sebagai pemicu,” katanya.
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar