Kepala UPT Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu, Haris Prindatno mengatakan, mulai pekan depan, listrik di lima pulau itu akan menyala selama 24 jam saat dilakukan uji coba pembebanan daya listrik. Rencana uji coba akan dilakukan secara bergilir yakni, tanggal 12 Februari di Pulau Pramuka, 13 Februari di Pulau Panggang, 14 Februari di Pulau Kelapa Dua, tanggal 15 Februari di Pulau Harapan dan tanggal 16 Februari di Pulau Kelapa. "Sebelumnya, di pulau-pulau itu hanya dialiri listrik selama 15 jam sehari atau sejak pukul 16.00 hingga pukul 07.00. Itu pun menggunakan genset. Namun, mulai pekan depan, akan dialiri listrik PLN selama 24 jam," ujar Haris, Kamis (9/2).
Untuk itu, dikatakan Haris, dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya terus memantapkan rencana uji coba tersebut hingga waktu peresmian yakni, tanggal 22 Februari mendatang. Rencananya, uji coba akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. "Warga sangat berharap pemukiman mereka dialiri listrik selama 24 jam. Dan harapan warga itu sebentar lagi akan terealisasi," kata Haris.Ditambahkan Haris, akibat robohnya 22 tiang listrik di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa sehingga menjadikan wilayah itu sempat gelap gulita, kini sudah kembali menyala. Sebab, petugas dari Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta telah melakukan perbaikan listrik untuk kedua pulau tersebut secara darurat. "Kedua pulau yang terkena musibah angin puting beliung itu nantinya juga akan dialiri listrik 24 jam. Tetapi, rumah rusak berat atau hancur rata dengan tanah tidak bisa dialiri listrik, dan hanya rumah yang mengalami rusak sedang dan kecil saja bisa dialiri listrik 24 jam," ungkapnya.
Seperti diketahui, kabel listrik PLN di bawah laut yang dibangun sejak Maret 2011 dan rampung Desember 2011 dan memiliki panjang 29,2 kilometer dengan besaran 20 kilo volt ampere (KVA), termasuk jaringan tegangan menengah. Besaran tersebut bisa dibebani dengan 8 mega watt yang melebihi kapasitas 4,5 mega watt di Kecamatan Kepulauan Seribuutara dan Kecamatan Kepulauan Seribuselatan. Sedangkan, 3,5 mega watt lagi disiapkan untuk cadangan dan sebagai tindakan antisipasi. "Biaya pembangunan kabel bawah laut ini memakan biaya sekitar Rp 103 miliar," katanya.
Uktama (57), warga RT 001/03 Pulau Kelapa mengaku, senang dengan adanya informasi mengenai aliran listrik selama 24 jam di wilayahnya. Sebab, di Kepulauan Seribuselatan saja sudah dialiri listrik selama 24 jam. Sedangkan, di Kepulauan Seribuutara yang merupakan tempat tinggalnya selama ini hanya dialiri listrik selama 15 jam. "Saya berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta dengan adanya listrik 24 jam ini. Tentunya listrik tersebut sangat membantu warga di Pulau Kelapa terutama di siang hari," tandasnya
sumber www.beritajakarta.com

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar